Saturday, April 2, 2011

Kopi Hasilkan Resiko Stroke Lebih Rendah Pada Wanita

HASIL penelitian ini dipastikan akan membuat gembira kaum perempuan yang gemar minum kopi. Penelitian yang dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa perempuan yang minum kopi saban hari, justru memiliki risiko 22-25 persen lebih rendah terserang stroke dibandingkan dengan perempuan yang jarang minum kopi atau bahkan tidak sama sekali.

"Peminum kopi harus bersukacita," kata Dr Sharonne N. Hayes, seorang ahli jantung di Mayo Clinic di Rochester, Minn seperti dikutip AP.

"Kopi sering dikatakan menjadi potensi buruk bagi jantung Anda. Belum ada penelitian yang benar-benar dengan pasti mengatakan kopi itu buruk," imbuhnya. "Jika anda minum kopi sekarang, anda mungkin melakukan hal baik dan anda mungkin tidak melakukan sesuatu yang merugikan."

Namun Hayes dan dokter lain juga mengatakan, penelitian itu tidak membuktikan kopi menurunkan risiko stroke. Penelitian menunjukkan, peminum kopi cenderung memiliki risiko stroke lebih rendah. "Jenis penelitian epidemiologi ini sangat menarik tetapi mereka tidak membuktikan sebabnya," kata Dr David S. Seres, direktur nutrisi medis di Columbia University"s College of Physicians dan Surgeons di New York.

Penemuan ini dipublikasikan pada Kamis (10/3) secara online di jurnal American Heart Association Stroke. Para ilmuwan yang telah mempelajari kopi selama bertahun-tahun, mencoba untuk menentukan risiko dan manfaat kopi.

Para peneliti Institut Karolinska, Stockholm yang dipimpin oleh Susanna Larsson, mengatakan bahwa studi terdahulu tentang konsumsi kopi dan stroke memiliki temuan yang bertentangan. "Belum ada hasil konsisten yang keluar dari studi kopi," kata Dr Cathy Sila, seorang ahli saraf stroke di University Hospitals Case Medical Center di Cleveland.

Untuk penelitian observasional, peneliti mengikutsertakan 34.670 wanita Swedia yang berusia 49-83 tahun, selama sekitar 10 tahun. Para wanita ditanya berapa banyak kopi yang mereka minum pada awal penelitian. Para peneliti juga memeriksa catatan rumah sakit untuk mengetahui seberapa banyak perempuan tersebut yang kemudian mengalami stroke.

Terdapat total 1.680 perempuan yang terserang stroke, termasuk 205 pada mereka yang minum kurang dari secangkir kopi atau tidak sama sekali. "Anda tidak perlu minum terlalu banyak. Satu atau dua cangkir perhari sudah cukup," kata Larsson.

Dikatakan pula, mereka yang ingin mengurangi kemungkinan stroke harus fokus pada cara yang terbukti mengurangi  risiko stroke seperti tidak merokok, selalu menjaga tekanan darah dan mempertahankan berat badan yang sehat.(ap/ara/jpnn)

No comments:

Post a Comment