Tuesday, May 17, 2011

INILAH PULAU BAGI KAUM LESBIAN

Para wanita pecinta sesama jenis atau lesbian (lesbong) berdatangan ke sebuah pulau di Yunani untuk menghadiri sebuah festival internasional yang unik khusus untuk kaum wanita.

Pulau itu bernama Pulau Lesbos, terletak di sebuah kawasan yang dipengaruhi oleh kaum Yunani Ortodoks di mana sebagian masyarakatnya menentang pernikahan sesama jenis. Tetapi, justru secara diam-diam acara untuk para kaum lesbian berkembang di sudut Laut Aegea tersebut.

Selama dekade terakhir, pengunjung acara yang digelar selama dua pekan itumeningkat drastis, dari sekitar 30-an sampai ratusan wanita. Mereka datang dari berbagai negara di Eropa tak hanya Jerman, Inggris, Belanda dan Skandinavia saja tetapi juga dari Yunani dan Italia.
Para perempuan yang hadir di sana mengisi acara dengan mengadakan perjalanan menggunakan kapal pesiar, menikmati matahari terbenam, workshop, mengadakan kelas tarian Yunani serta memutar film tentang lesbian. “Aku terpesona, tidak ada kecemasan sama sekali,” kata Lauren Bianchi, seorang peserta asal Skotlandia.

Bianchi mengaku ini untuk pertama kalinya ia mengikuti festival tersebut. Ia mengaku sebelumnya ia telah membaca artikel tentang hubungan yang sulit antara penduduk lokal dan lesbian. Tetapi, saat berada di sana, ia merasakan kenyamanan.

Pada tahun 2000 silam, pertama kali festival ini diluncurkan, sempat ada ketegangan tinggi. Sebuah poster iklan dianggap sebagai pemicunya. Wali kota mengancam membawa masalah ini ke pengadilan dan melarang penyelenggaraan acara tersebut. Ia berjanji akan mengusir para lesbian dari tempatnya tersebut. Festival kali ini dilangsungkan 4-18, September 2010

Konon para turis lesbian ini sudah mulai mendatangi kawasan wisata sejak tahun 1970-an. Menurut laporan sebuah agen perjalanan wisata, sekarang hampir sekitar 60 persen turis yang mengunjugi pulau tersebut kaum lesbian. Tetapi, ketikaf estival berlangsung, turis lesbian akan melonjak menjadi 90 persen. “Kami biasanya sepi pada bulan September tetapi dengan adanya festival ini jadi booming,” kata Andreas yang mengrlola hotel Sappho. Nama Sappho sendiri dikenal sebagai penyair pertama yang menulis tentang cinta sejenis.


No comments:

Post a Comment