Tuesday, May 10, 2011

ASI Cegah Anak Jadi Pembohong

Sebuah riset menemukan manfaat lain memberi Air Susu Ibu (ASI) pada bayi baru lahir. Bayi yang diberi ASI minimal selama empat bulan di awal hidupnya menghindarkan bayi dari perilaku nakal di masa depan.

Ilmuwan Universitas Oxford memeriksa kesehatan dan perilaku hampir 10.000 ibu dan anak-anak mereka selama lima tahun.

Studi menemukan, anak yang diberi ASI selama empat bulan  atau lebih memiliki perilaku yang lebih tenang. Bayi yang diberi ASI juga bersosialisasi lebih baik dengan anak lain pada usia lima tahun.
Masalah perilaku yang sering terjadi pada bayi yang diberi susu formula (sufor) dalam studi diantaranya hiperaktif, cemas dan gelisah, serta kecenderungan mencuri dan berbohong.

Namun, 30 persen bayi yang meminum ASI juga masih mungkin memiliki perangai buruk. Para peneliti memperkirakan, ada faktor lain yang juga mempengaruhi perilaku anak seperti waktu yang dihabiskan dengan orang tua mereka di rumah.

Ahli kesehatan masyarakat Maria Quigley yang memimpin studi menyebutkan alasannya. "Bisa jadi, nutrisi ASI seperti asam lemak meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak," ungkapnya seperti dikutip dari The Sun.

Quigley menambahkan, meski belum mengetahui persis manfaat ASI, ia memperkirakan ASI bukan hanya berpengaruh pada fisik bayi. Namun juga berkaitan erat dengan kesehatan mental jangka panjang. Untuk mengetahui lebih jauh, perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai hubungan ASI dengan perilaku anak.


Quigley menyebutkan, perlu dukungan pada para ibu selama masa menyusui. ASI dikenal mencegah infeksi, dan mengurangi resiko penyakit seperti asma dan eksim. Proses menyusui juga membentuk ikatan antara ibu dengan anaknya.

Di Indonesia, Departemen Kesehatan menghimbau agar wanita yang melahirkan perlu menyusui bayi mereka setidaknya selama enam bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun. Namun dengan berbagai alasan misalnya pekerjaan atau kekurangan ASI, banyak ibu yang menyusui bayi secara ekslusif selama tiga bulan. Setelahnya, mereka menggabungkan antara ASI dengan susu formula.

No comments:

Post a Comment